Tanda – tanda Menurunnya Kedisiplinan Karyawan – Perusahaan adalah tempat seorang karyawan bekerja. Bekerja dalam perusahaan atau orang lain tentu saja seorang karyawan harus patuh dan taat terhadap peraturan perusahaan. Peraturan dibuat oleh manajemen perusahaan dengan standart yang berbeda – beda dari satu perusahan dan perusahaan lainnya tapi intinya sama yaitu kedisiplinan karyawannya.

tanda-tanda menurunnya kedisiplinan karyawan

Permasahalahnnya, tidak semua karyawan Anda mematuhi peraturan yang telah manajemen buat. Dengan berbagai alasan mereka kerap melanggar peraturan. Padahal sudah kena teguran.

Bahkan sudah kena SP, Tapi tetap saja bandel.

Jika yang melakukan tindakan melanggar peraturan ini hanya seorang karyawan atau beberapa dari lingkungan perusahaan Anda. Bisa mudah diatasi. Tapi, jika ternyata banyak karyawan yang seperti itu, bisa jadi ada yang salah dengan manajemen perusahaan Anda.

Tentu saja hal ini harus segera diperbaiki, karena kedisiplinan karyawan akan menentukan kemajuan bisnis perusahaan Anda. Sebenarnya bukan hanya faktor dari manajemen perusahaan Anda saja yang mempengaruhi kedisiplinan karyawan perusahaan Anda.

Banyak hal yang belum Anda ketahui sebagai pemilik atau manajemen perusahaan dalam menghadapi beberapa masalah kedisplinan tersebut.

Jika kedisplinan karyawan sudah menjadi budaya dan diterapkan di perusahaan Anda, hasilnya perusahaan Anda akan mencapai tujuan atau target sales yang terus tumbuh. Disiplin kerja yang dimaksud adalah disiplin waktu, displin kerja seperti bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dia emban atau disiplin dalam team work dalam lingkungan kerjanya serta disiplin lainnya.

Seorang karyawan ketika baru menjadi satu bagian dalam perusahaan Anda, biasanya dia akan antusias dan semangat bekerja di perusahaan Anda.

Tapi seiring berjalannya waktu karyawan tersebut akan merasa jenuh dengan rutinitas yang monoton, tidak ada tantangan dalam bagian atau departemen dia bekerja seperti promosi jabatan atau bonus setelah dia bekerja dengan baik atau lainnya. Apalagi beban pekerjaan atau tanggung jawab yang harus dia emban sangat berat tidak sebanding dengan upah yang dia peroleh.

Hal – hal seperti ini juga tentunya harus Anda perhatikan agar kayawan Anda tetap disiplin dan setia bekerja di perusahaan. Ada beberapa tanda dimana karyawan ternyata sudah jenuh dan cenderung melanggar kedisiplinan atau malas bekerja.

Tanda – Tanda Menurunnya Kedisiplinan Karyawan

  1. Sering datang terlambat

Seorang karyawan akan dikatakan sering terlambat jika dalam seminggu lebih dari 1 kali terlambat datang bekerja. Mereka datang terlambat dengan berbagai alasan dari jalan macet, ban bocor dan alasan lainnya.

Alasan seperti ini paling umum dilakukan seorang karyawan. Jangan sampai telat menjadi budaya karyawan lainnya.

Umumnya, perusahaan akan membuat sistem finger print atau time card dalam mengawasi kehadiran absensi karyawannya. Dengan sistem ini tiap bulannya tingkat presentasi kehadiaran setiap karyawan bisa dilihat. Apakah seorang karyawan memiliki tingkat kehadiran dengan tingkat keterlambatan baik atau buruk.

Agar semangat karyawan tetap terjaga setiap harinya, manejemen perusahaan bisa memberikan insentive atau premi kehadiran jika setiap karyawan memiliki presentasi kehadiran yang baik. Kemudian bagi karyawan yang sering terlambat masuk kerja selain tidak mendapatkan premi bisa dikasih denda atau potongan gaji.

Tapi ingat, potongan gaji juga jangan memberatkan, intinya memberikan efek jera.

Misalnya setiap sekali datang terlambat akan didenda sebesar Rp 15.000,00

Kebanyakan perusahaan akan memberikan sanksi berupa Surat Peringatan (SP) apabila karyawan sering terlambat, ini terbukti berhasil menekan tingkat keterlambatan karyawan. Konsekuesi bagi seorang karyawan yang sudah emndapatkan sampai SP 3 adalah dikeluarkan. ini sangat dihindari oleh karyawan tentunya.

Datang terlambat juga bukan hanya saat masuk kerja saja, tapi juga jam masuk setelah istirahat. Memang saat jam istirahat tidak ada finger print atau time card, sehingga seorang karyawan masuk setelah jam istirahat sesuai jadwal masuk atau tidak. Tapi dari keterlambatan masuk setelah jam istirahat menandakan bahwa karyawan tidak disiplin.

  1. Sering tidak masuk kerja

Tidak masuk kerja sangat erat kaitannya dengan kedisplinan kerja. Jika dalam sebulan seorang karyawan absen sekali, hal ini masih wajar. Tapi jika dalam sebulan sudah 4 kali atau dalam seminggu tidak masuk sehari, ini sudah merupakan pertanda bahwa si karyawan sudah tidak disiplin lagi.

Memang banyak faktor yang membuat si karyawan sering tidak masuk dari yang paling sering adalah sakit sampai kondisi kerja yang sudah tidak sesuai dengan harapannya.

Untuk mengatasi ini, bisa langsung memberi teguran, sanksi berupa SP sampai jika tidak bisa ditolerir lagi adalah pemutusan hubungan kerja.

  1. Menyalahgunakan fasilitas kantor saat jam kerja

Komputer adalah fasilitas kantor yang sangat vital, dari level admin sampai manajer pasti menggunakan ini, khusus untuk manajer atau sales biasanya mereka membawa laptop sendiri. Dalam perangakat ini karyawan bisa mengolah, menyimpan dan mengirim email serta banyak tugas lainnya.

Seiring mahirnya seorang karyawan dalam menyelesaikan tugas yang ada di perusahaannya, biasanya semakin cepat pula dia menyelesaikan tugas atau kewajibannya, oleh karena itu waktu atau jam kerja sedikit.

Akibatnya banyak waktu luang untuk menonton video atau memainkan game.

Yang menjadi masalah adalah seorang karyawan belum menyelesaikan semua pekerjaannya baru sebagian saja yang baru ia selesaikan, tapi sudah diselingi dengan kegiatan yang kurang produktif.

Jika berada dalam perusahaan besar yang menuntut deadline cepat, hal seperti ini tidak bisa ditolerir karena akan lupa dengan proses kerja lainnya.

Misalnya

Karyawan A sendang mendapatkan tugas AA, AB dan AC. Tugas AA, AB dan AC itu berhubungan satu dengan lain. Karena si A ini karyawan yang tidak disiplin, setelah menyelesaikan tugas AA dia malah menonton video dari komputernya. Saat sedang asiknya menonton video ada perubahan di jobdesk AA melalui telpon dari atasannya.

Hilang konsentrasi dia, tapi tetap saja mengerjakan AB dan AC seperti rencana awal, hasilnya tentu tidak seperti harapan atasannya. Kemarahan pun datang ke karyawan yang bersangkutan.

Tidak hanya komputer saja fasilitas perusahaan yang bisa disalahgunakan saat jam bekerja. Bisa itu mesin produksi atau fasilitas lainnua seperti mobil dan lain-lain.

  1. Banyak mengobrol

Mengobrol identik dengan wanita, jika perusahaan atau suatu departemen memepekerjakan banyak wanita biasanya akan berisik sekali karena pada dasarnya wanita memang senang berbicara atau bergosip satu sama lain.

Memang tidak semua lingkungan perusahaan bisa seperti itu, tergantung budaya atau peraturan dalam perusahaan.

Tapi jika ingin produktifitas dan kedisplinan tetap bagus seharusnya “Banyak bekerja bukan malah banyak bicara”. Terlalu banyak bicara antar karyawan membuat suasana kerja jadi gaduh dan menganggu pekerja lainnya.

Misal dalam satu ruangan kerja ada 2 departemen berbeda, departemen A sangat berisik dan suka mengobrol karena karyawan mereka sudah saling kenal dan faktor lainnya

Sendangkan departemen B sedang bekerja. Kondisi kerja dalam kegaduhan tentu merusak konsentrasi.

Solusi untuk memecahkan masalah ini adalah dengan memutasi beberapa karyawan tersebut ke bagian lainnya agar terpisah dari kelompoknya. Atau memberi pengumuman dilarang berisik dan sebagainya.

  1. Tidak bekerja dengan baik

Seorang karyawan yang disiplin tentu bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai tujuan atasan atau perusahaannya. Mereka merasa bertanggung jawab untuk bekerja dengan baik dan menghasilkan pekerjaan yang memuaskan.

Bekerja dengan baik adalah bekerja sesuai prosedur dan peraturan perusahaan, biasanya dalam sebuah perusahaan setiap ada pekerjaan pasti ada alurnya atau SOP, agar si karyawan bisa bekerja dengan baik untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Masalahnya jika dalam bekerja entah karena lalai atau lupa, seorang karyawan menyepelekan peraturan tersebut. Akibat yang paling terlihat adalah kecelakaan kerja, karena tidak bekerja sesuai standart perusahaan.

Agar kejadian tersebut tidak terulang dan menjaga kekompakan team work, sebaiknya setiap hari breafing terlebih dahulu sebelum bekerja sesama departemen atau sau team, dan breafing seminggu sekali dengan seluruh elemen perusahaan.

Masih banyak Tanda – tanda Menurunnya Kedisiplinan Karyawan yang lain, setiap perusahaan akan menemukan faktor atau tanda yang berbeda-beda tergantung dari sistem perusahaan, budaya atau lingkungan perusahaan. Semoga artike ini bermanfaat.

Salam Sukses – PT. Graha Adikarya Logam