Cara meningkatkan mutu dan jumlah hasil produksi dalam industri : Intensifikasi, Ekstensifikasi, Diversifikasi, Rasionalisasi

Meningkatkan jumlah(kuantitas) dan mutu (kualitas) produksi bagi produsen logam mutlak dilakukan. Jika dahulu kebutuhan manusia akan barang kebutuhan bisa dibilang sederhana, semakin kedepan seiring dengan perkembangannya peradapan manusia maka semakin komplek  juga kebutuhan manusia baik barang ataupun jasa.

Oleh karna itu dalam kegiatan, khususnya untuk produsen harus mengikuti tren seiring perkembangan zaman atau peradaban manusia. Namun demikian meskipun diperlukan peningkatan mutu dan jumlah produksi barang, dalam penerapannya, produsen harus tetap memperhatikan etika ekonomi, agar kegiatan ekonomi tidak mengganggu kegiatan perekonomian bahkan merugikan pelaku ekonomi.

Cara meningkatkan mutu dan jumlah hasil produksi sebagai berikut :

  1. Dengan cara Intensifikasi

Pengertian intensifikasi adalah : sebuah usaha atau cara untuk meningkatkan mutu (kualitas) dan jumlah (kuantitas) hasil produksi dengan cara meningkatkan produktifitas dan cara kerja.

Contoh intensifikasi :

Dalam industri pengolahan logam, para pekerjanya harus disiplin dan teliti dalam memilih bahan baku yang berkualitas supaya hasil produksi berkualitas sesuai regulasi standar produk setempat (SNI)

 

  1. Dengan cara Ekstensifikasi

Pengertian Ekstensifikasi adalah : sebuah usaha atau cara untuk meningkatkan mutu (kualitas) dan jumlah (kuantitas) hasil produksi dengan cara menambahkan faktor produksi.

Contoh Ekstensifikasi :

Perusahan industri ingin menambah hasil produksinya dengan cara menambah karyawan, mesin atau pabriknya supaya hasil produksi tercapai sesuai target produksi.

  1. Dengan cara Diversifikasi

Pengertian Diversifikasi adalah : sebuah usaha atau cara untuk meningkatkan mutu (kualitas) dan jumlah (kuantitas) hasil produksi dengan cara pengembangan hasil produksi.

Contoh Diversifikasi :

Industri otomotif memproduksi mobil minibus, bus, truk, sedan.

  1. Dengan cara Rasionalisasi

Pengertian Rasionalisasi adalah : sebuah usaha atau cara untuk meningkatkan mutu (kualitas) dan jumlah (kuantitas) hasil produksi dengan cara penerapan sistem manajemen keilmuan melalui jalur pendidikan yang efektif dan menggunakan teknologi, dengan tindakan tindakan untuk memper tinggi efisiensi kerja dan modal.

a.Scientific Management

Pengolahan perusahaan berdasarkan metode ilmiah dan prinsip prinsip manajemen, dimana tenaga kerja dan mesin – mesin diorganisasi secara efektif dan efisien.

b.Mekanisme

Penggunaan mesin untuk menghemat tenaga manusia serta meningkatkan efisiensi dan efektifikasi, serta mempercepat hasil produksi yang dicapai, dengan begitu kecerobohan dari tenaga kerja telah ditiadakan dengan menggunakan mesin.

c.Standardisasi

Membuat barang atau produk dengan standar tertentu seperti SNI. Yakni standar yang memenuhi sarat- sarat yang telah ditentukan seperti standar syarat keamanan, kualitas produk, dan pembuatan barang atau produk.

d.Normalisasi

Penggunaan bentuk ukuran alat – alat produksi dan hasil akhir. Hasil akhir ini harus disamakan dengan yang lain, agar tidak ada kelainan pada barang atau produk itu sendiri.

e.Komputerisasi

Penggunaan komputer untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas  dan untuk mengontrol secara tepat dari barang tersebut agar tidak adanya sesuatu yang berlebihan ataupun kekurangan dalam pembuatan barang atau produk.

Contoh Rasionalisasi :

Produktivitas kerja manusia dengan menggunakan mesin

Mesin (bahasa inggris : machine) adalah alat mekanik atau elektrik yang mengirim atau mengubah energi untuk melakukan atau membantu pelaksanakan tugas manusia. Biasanya  membutuhkan masukan sebagai pemicu, mengirim energi yang telah diubah menjadi sebuah keluaran yang melakukan tugas yang telah disetel. Mesin telah mengembangkan kemampuan manusia dalam membuat produk dan lainnya. Mesin banyak digunakan diperusahan dan pabrik – pabrik yang memproduksi suatu barang. Mesin yang digunakan dalam industri memberikan kemudahan dalam memperoleh hasil produksi yang lebih banyak dibandingkan dengan tenaga manusia saja. Mesin yang digunakan dalam perindustrian ada yang sepenuhnya dikendalikan oleh manusia, ada yang tidak sepenuhnya dikendalikan oleh manusia.

Sistem manusia-mesin adalah kombinasi antara satu atau beberapa manusia dengan beberapa atau satu mesin dimana salah satu dengan yang lainnya akan berinteraksi untuk menghasilkan output berdasarkan input yang diperoleh. Dalam sistem manusia-mesin ini, manusia masih memiliki peran penting dalam menjalankan mesin. Karna tidak semua mesin  bekerja sendiri, sekalipun mesin tersebut otomatis tetap perlu pemantauan dari manusia agar dapat bekerja dengan baik.

Produktivitas adalah hubungan antara hasil nyata maupun fisik dengan masukan yang sebenarnya(ILO 1979) dalam kata lain produktivitas adalah kerja hasil akhir yang diperoleh melalui proses.

Tentu dengan menggunakan mesin, produktivitas kerja manusia akan terbantu dengan mudah. Pendekatan ergonomi  mengharuskan kita merancang mesin, peralatan maupun lingkungan kerja disesuaikan dengan kemampuan dan keterbatasan manusia yang akan mengoprasikannya. Dapat dikatan bahwa kerja manusia akan lebih baik lagi bila dimudahkan dengan adanya  mesin – mesin.

Sebagai contoh  dalam industri pembuatan pakaian ada yang dinamakan mesin lubang kancing. Mesin lubang kancing merupakan salah satu mesin spesial disektor industri garment. Mesin lubang kancing dalam industri pakaian ini menggunakan teknologi computer controled dan bastingsticth system. Jahitan kerangka yang bisa mempertahankan bentuk lubang kancing selalu konstant active tension option long presser foot. Mesin tersebut bisa menghemat waktu dan menghemat tenaga pekerja sehingga dapat mengurangi tinggkat kelelahan bagi pekerja dan mengurangi stres karna kelelahan dalam bekerja.