Briefing - Pengertian Briefing - Manfaat Briefing

Briefing

BRIEFING

Briefing adalah pengarahan singkat, atau komunikasi tatap muka untuk pengarahan singkat(dari bahasa Inggris). Kata Briefing biasa dipergunakan dalam perusahaan. Briefing adalah komunikasi tatap muka yang paling efektif, dan cepat untuk menjalankan tugas sehari-hari. Pimpinan, selalu menggunakan komunikasi Briefing, untuk menyampaikan kebutuhan, dan informasi kepada karyawan. Sifat komunikasi Briefing adalah singkat, jelas, ringkas, terukur, langsung, tatap muka, dialog, umpan balik langsung, dan interaksi langsung.

Secara umum, tujuan Briefing adalah sebagai berikut :

  1. Memberikan pengarahan, tentang kinerja karyawan, supaya tetap sesuai dengan visi dan misi.
  2. Mengingatkan para karyawan, agar selalu menerapkan standar operasional prosedur, disetiap pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan.
  3. Menyampaikan informasi-informasi, yang dianggap penting dalam melaksanakan pekerjaan.
  4. Menyamakan, dan memberitahu pemikiran dari pimpinan kepada para karyawan. Sehingga, para karyawan sejalan dengan pemikiran pimpinan.

Komunikasi Briefing, menjadikan pimpinan dan karyawan saling berinteraksi langsung, untuk menuntaskan prioritas, dan tanggung jawab harian. Komunikasi Briefing, menjadikan pimpinan dan tim selalu berhubungan, dan memastikan bahwa tujuan, dan target masi dalam satu visi, satu misi, dan satu bahasa kerja. Komunikasi Briefing, menyediakan ruangan untuk saling mengklarifikasi, dan menguatkan etos kerja.

Pemimpin profesional memiliki etos komunikasi yang cepat, tepat, efisien, efektif,dan memiliki daya dorong untuk pencapaian yang terbaik. Briefing adalah sebuah etos komunikasi yang biasanya dipraktikkan, untuk menyatukan persepsi, dan arah kerja tim. Briefing menjadikan hubungan kerja sangat dekat, dan saling melengkapi. Briefing yang berkualitas, menyatukan semua orang di dalam soliditas bersama, serta mendorong semua orang, untuk meningkatkan produktifitas, dan kinerja.

Komunikasi Briefing, mampu memberikan penjelasan, dan informasi dengan sangat rinci, akurat, tepat, relevan, dan sesuai dengan realitas. Dialog tatap muka antara pimpinan dengan karyawan, mampu menguatkan komitmen, kepercayaan, kenyakinan, dan tanggung jawab bersama. Komunikasi Briefing, menjelaskan, dan menerangkan segala sesuatu, serta menghilangkan selisih paham, dan ketidak tauan. Kesibukan di dalam rutinitas kerja, membuat karyawan menjadi lupa atau lalai. Untuk fokus pada prioritas dan target, disinilah peran pimpinan menjadi sangat penting, untuk melakukan komunikasi Briefing. Briefing, dapat mengingatkan kembali semua prioritas yang sifatnya segera, mengumpulkan informasi dari realitas lapangan, dan mempersiapkan para karyawan lebih relevan dengan pencapaian kinerja karyawan.

Briefing,  menjadikan informasi menjadi terbarukan, realitas, dan proses pencapaian target terkontrol dengan baik. Briefing, menjadikan hubungan antara pimpinan dan karyawan menjadi dekat, menjadikan mereka saling klarifikasi, dan saling memberikan umpan balik, untuk pencapaian kerja yang lebih baik. Komunikasi langsung dan efektif, sangatlah penting, agar semua hal didalam perusahaan terkendali dan terjaga. Kegagalan komunikasi, dapat menimbulkan kesalah pahaman, kebingungan, dan keraguan pada realitas yang ada. Briefing, adalah cara berkomunikasi yang cepat, dan efisien, mampu menyederhanakan hal-hal komplek, untuk mendapatkan informasi yang padat, jelas, dan ringkas. Jadi, seorang pimpinan, pasti memanfaatkan komunikasi Briefing untuk berkomunikasi secara cepat, tetap sasaran, akurat, dan ringkas. Briefing, dilakukan setiap hari, dilakukan dengan durasi 30 menit, sampai 60 menit atau sesuai kebutuhan, mampu mengingatkan semua orang untuk produktif, dan fokus dalam bekerja.

Ada beberapa hal yang menyebabkan Briefing gagal dilakukan, yaitu :

  1. Pemimpin dan karyawan sama-sama tidak disiplin dalam menerapkan kebiasaan Briefing.
  2. Pemimpin terlalu percaya diri dengan kemampuannya, sehingga, merasa tidak perlu untuk melakukan Briefing.
  3. Pemimpin merasa kurang percaya diri, dan kehilangan ide atau materi, yang akan disampaikan dalam Briefing, sehingga untuk melindungi ketidak percayaan dirinya tersebut, maka di tiadakannya Briefing tersebut.
  4. Karyawan, menganggap Briefing adalah tidak penting, dan merasa tidak ada manfaatnya dalam mengikuti Briefing.

Untuk menghindari Briefing gagal dilakukan, maka lakukanlah cara ini, yaitu :

  1. Mebiasakan Briefing.
  2. Pada pelaksanaan Briefing, dilakukan pada waktu santai namun penuh perhatian. Tidak perlu bersikap formal, dan kaku, dalam menyampaikan materi. Cukup dengan bahasa yang biasa saja, dan bersuasana kekeluargaan.
  3. Buat materi Briefing yang menarik, dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Materi Briefing,tidak perlu panjang lebar, cukup yang penting-penting saja.

Kami PT. Graha Adikarya Logam, selalu melakukan komunikasi Briefing bersama, antara pimpinan dengan karyawan, untuk menyampaikan informasi tentang apa yang akan di kerjakan dilingkungan perusahan. Kami PT. Graha Adikarya Logam, melakukan komunikasi Briefing minimal seminggu 2 kali, supaya karyawan PT. Graha Adikarya Logam, selalu dalam visi dan misi perusahaan.

Salam sukses-PT. Graha Adikarya Logam